komsosrecista.com - Peran Komunitas Basis Gereja (KBG) dalam bina iman anak dan remaja katolik di pulau belitung ini menjadi sebuah pendekatan baru untuk menekankan keterlibatan umat / keluarga dalam mendampingi generasi muda.
Pendekatan ini sejalan dengan ajaran gereja yang tertulis dalam dokumen konsili vatikan II, Lumen Gentium artikel 11 yang menegaskan bahwa keluarga adalah "Gereja Rumah Tangga" (ecclesia domestica).
Melalui pendekatan ini anak-anak tumbuh dengan iman yang berakar kuat, mereka tidak hanya mengenal ajaran gereja secara teoritis, tetapi mengalaminya dalam kehidupan nyata. Keluarga menjadi tempat pertama dimana anak belajar mengenal Allah, berdoa, dan menghidupi iman Katoliknya.
Sejak awal, gereja katolik memandang anak dan remaja sebagai bagian penting dari tubuh Kristus. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga pelaku iman masa kini.
![]() |
| Bina Iman Anak dan Remaja KBG di Wilayah 1 Paroki Regina Pacis Tanjung Pandan |
Dengan menyerahkan pembinaan BIAR kepada KBG, maka setiap wilayah memiliki kesempatan untuk membangun suasana iman yang lebih akrab. Sehingga anak-anak dan remaja tidak lagi sekedar hadir dalam kegiatan besar di tingkat paroki, melainkan tumbuh dalam komunitas kecil yang mengenal mereka secara pribadi.
Kegiatan Bina Iman Anak dan Remaja di KBG
Kegiatan bina iman anak dan remaja di KBG selalu menjadi momen yang penuh sukacita, anak-anak berkumpul dalam satu rumah umat, membawa kitab suci, dan perlengkapan untuk belajar. Berikut beberapa kegiatan BIAR di lingkungan KBG Paroki Regina Pacis Tanjung Pandan, antara lain:
1. Doa Bersama
![]() |
| Bina Iman Anak dan Remaja KBG di St. Benediktus Jangkang |
Sebelum memulai kegiatan bina iman anak dan remaja di KBG, anak-anak selalu mengawalinya dengan doa bersama. Setiap pertemuan ini selalu ada seorang anak dengan penuh kasih dan semangat maju kedepan untuk memimpin doa bersama dengan teman-temannya.
Momen sederhana ini menjadi tanda bahwa anak-anak tidak hanya belajar tentang iman, akan tetapi juga dilatih untuk berani memimpin doa sebagai wujud tanggung jawab mereka dalam gereja. Hal ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tampil, berani memimpin, dan merasakan kebersamaan iman dengan kristus.
2. Membaca dan Memahami Kitab Suci
Setelah doa, kegiatan berlanjut dengan bacaan Kitab Suci. Para pendamping BIAR menyebutkan injil yang akan dibacakan, lalu anak-anak didampingi orang tua mulai mencari dalam kitab suci bacaan yang disebutkan. Setelah bacaan berhasil ditemukan, anak-anak mulai membaca kitab suci secara bergiliran dihadapan teman-temannya.
![]() |
| Bina Iman Anak dan Remaja KBG di Wilayah 4 Paroki Regina Pacis Tanjung Pandan |
Setelah membaca Kitab Suci, pendamping BIAR di KBG kemudian menjelaskan isi bacaan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta memberikan contoh juga dalam pengalaman hidup anak-anak. Sehingga anak-anak tidak hanya mendengar, tetapi juga mulai mengerti maksud Kitab Suci yang dibacakan. Anak-anak juga belajar memahami bahwa Kitab Suci bukan sekedar teks, melainkan pesan hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Aksi Nyata
Dalam kegiatan bina iman anak dan remaja di KBG, anak-anak diajak untuk tidak hanya membaca injil, tetapi juga menghidupinya dalam aksi nyata. Sejak dini anak-anak mulai dikenalkan dengan salah satu langkah dalam sharing injil, namun dengan pendekatan yang lebih mudah dipahami.
Dalam aksi nyata ini dari beberapa KBG di masing-masing wilayah menugaskan anak-anak yang sudah komuni untuk menyusun kata acak dari injil yang baru saja dibacakan. Sedangkan anak-anak yang belum komuni diberikan tugas untuk mewarnai gambar, membuat kerajinan tangan dengan ide dan kreatifitasnya masing-masing.
![]() |
| Bina Iman Anak dan Remaja KBG di Wilayah 2 Paroki Regina Pacis Tanjungpandan |
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan BIAR KBG masing-masing wilayah dan stasi di Pulau Belitung:
Penutup
Kegiatan Bina Iman Anak dan Remaja (BIAR) Paroki Regina Pacis Tanjungpandan yang kini kembali diserahkan kepada Komunitas Basis Gereja (KBG) telah membawa suasana baru yang lebih dekat dengan umat. Dengan pendampingan dilingkungan masing-masing, anak-anak dan remaja tidak hanya belajar tentang iman, tetapi juga mengalami iman dalam kebersamaan nyata.
Dengan pendekatan ini, Paroki Regina Pacis Tanjung Pandan menegaskan bahwa pembinaan iman bukan hanya tugas Pastor atau katekis, melainkan tanggung jawab bersama umat disetiap lingkungan atau wilayah serta anak dan remaja siap menjadi generasi penerus gereja yang berani bersaksi ditengah dunia.





