komsosrecista.com - Pada tahun 1896 gereja katolik pertama di Pulau Belitung berdiri di Kaki Bukit Samak, Kecamatan Manggar Belitung Timur. Terdapat sebuah kapel kecil yang dibangun pada masa pemerintahan belanda, kapel inilah yang menjadi tempat ibadah pertama yang melayani umat katolik dari berbagai kalangan mulai dari pegawai tambang timah, pekerja kolonial, dan sebagian masyarakat Tionghoa.
![]() |
| Sumber Foto, Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=71qpRqnY1SI |
Selama beberapa dekade, kapel ini menjadi tempat umat berkumpul. Setiap minggu lonceng dipukul, memanggil orang-orang yang datang dari kampung sekitar, pekerja-pekerja dari zaman kolonial belanda, serta masyarakat tionghoa yang tinggal disekitaran kaki bukit samak. Mereka berdoa, bernyanyi, dan merayakan misa dengan penuh syukur, meski dengan fasilitas yang sangat sederhana.
Namun seiring berjalannya waktu, kayu yang menopang bangunan mulai rapuh, atap bocor, dan dindingnya retak dimakan usia. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Bapak Teja dengan narasumber pegiat sejarah Bapak Riko Febriko melalui kanal Youtube AMJ_ Inspirasi Katolik, mengungkapkan bahwa kapel ini mulai roboh sekitaran Tahun 1993 dan hanya meninggalkan sisa pondasi yang terbuat dari semen.
![]() |
| Sumber Foto, Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=71qpRqnY1SI |
Umat yang terus bertambah banyak pun merasa tempat itu sudah tidak cukup layak, sehingga sebelum bangunan itu roboh dan tidak layak digunakan. Maka pada tahun 1926, umat katolik Manggar membangun Gereja Santo Yoseph di Jalan Pegadaian. Gereja ini lebih kokoh, lebih luas, dan mampu menampung umat yang semakin bertambah. Sejak saat itu Gereja Santo Yoseph Manggar menjadi pusat kehidupan katolik di Manggar.
Disanalah misa-misa dirayakan, sakramen-sakramen dibagikan, dan komunitas kecil katolik mulai tumbuh dari kalangan anak-anak muda hingga lanjut usia. Namun seiring berjalannya waktu, pusat kehidupan masyarakat Belitung bergeser, Tanjung Pandan berkembang menjadi kota utama, pusat perdagangan, pemerintahan, dan pemukiman penduduk.
Sehingga pada tahun 1941, atas prakarsa Pastor Mul, SS.CC, pusat pelayanan Gereja Katolik dipindahkan ke Tanjung Pandan. Saat itu, Pastor Mul menyewa sebuah rumah yang akhirnya dijadikan Gereja dengan nama Regina Pacis. Gereja ini dipersembahkan kepada Bunda Maria Sang Ratu Damai untuk mendatangkan perdamaian di muka bumi.
Gedung gereja yang baru Regina Pacis selesai dibangun pada tahun 1953 dan pada tahun 1961 Stasi Tanjung Pandan statusnya berubah menjadi Paroki Regina Pacis Tanjung Pandan dan menjadi paroki resmi dibawah Keuskupan Pangkalpinang.
Bagi umat Manggar, perpindahan ini terasa seperti melepas rumah lama, Gereja Santo Yoseph tetap berdiri melayani umat di Belitung Timur, tetapi pusat kegiatan besar beralih ke Tanjung Pandan.
Gereja Katolik Paroki Regina Pacis mulai berkembang pesat, bukan hanya sebagai tempat ibadah, akan tetapi juga sebagai pusat pendidikan dengan berdirinya TK, SD, SMP Regina Pacis sejak tahun 1958. Sekolah-sekolah ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda katolik sekaligus memberi kontribusi besar bagi masyarakat disekitar.




