Doa Bapa Kami 77 Kali
komsosrecista.com - Doa Bapa Kami 77 Kali menjadi salah satu praktik doa yang menarik perhatian sebagian umat katolik, khususnya di Indonesia. Bagi mereka yang ingin memperdalam kehidupan rohani, doa ini dapat menjadi sarana untuk melatih ketekunan, keheningan, pengampunan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Namun, perlu dipahami bahwa mendoakan Bapa Kami sebanyak 77 kali bukanlah kewajiban atau aturan resmi Gereja Katolik. Praktik ini lebih tepat dipandang sebagai bentuk devosi atau doa pribadi. Yang terpenting bukan jumlah pengulangan, melainkan iman dan hati yang sungguh-sungguh tertuju kepada Allah.
Makna Doa Bapa Kami 77 Kali
Doa Bapa Kami sendiri memiliki dasar yang sangat kuat dalam Kitab Suci. Yesus mengajarkan doa ini kepada para murid-Nya ketika mereka meminta, "Tuhan, ajarilah kami berdoa." Doa tersebut terdapat antara lain dalam Matius 6:9-13 dan Lukas 11:2-4.
Melalui Bapa Kami, Yesus mengajarkan kita untuk menyapa Allah sebagai Bapa, memohon agar nama-Nya dimuliakan, kerajaan-Nya datang, kehendak-Nya terjadi, serta memohon kebutuhan sehari-hari, pengampunan, dan perlindungan dari pencobaan.
lalu, mengapa 77 kali ?
Angka 77 sering dikaitkan dengan perkataan Yesus mengenai pengampunan dalam Matius 18:22 ketika Yesus mengajarkan untuk mengampuni "sampai tujuh puluh kali tujuh kali" atau tanpa batas. Karena itu, dalam praktik devosi tertentu, angka 77 digunakan sebagai simbol ketekunan dan pengampunan. Ini bukan berarti Yesus memerintahkan umat untuk mengucapkan Bapa Kami tepat 77 kali.
Bagaimana Cara Berdoa Bapa Kami 77 Kali
Caranya sederhana. Pilih waktu dan tempat yang tenang. Awali dengan tanda salib, kemudian sampaikan intensi atau permohonan kepada Tuhan.
Setelah itu, doakan Bapa Kami dengan perlahan dengan penuh kesadaran, bukan sekadar mengejar jumlah. Bisa juga menggunakan rosario atau alat penghitung agar tidak kehilangan hitungan.
Setiap kali mengucapkannya, cobalah menghayati maknanya: percaya kepada Bapa, menerima kehendak-Nya, bersyukur atas rezeki, memohon pengampunan, sekaligus belajar mengampuni orang lain.
Berikut format doa bapa kami 77 kali yang banyak digunakan beberapa umat di Indonesia.
Setelah selesai 77 kali, tutuplah dengan doa syukur dan tanda salib.
Pada akhirnya bukan 77 yang menjadi pusat doa, melainkan hubungan kita dengan Tuhan. Lebih baik satu Bapa Kami yang sungguh-sungguh dihayati daripada puluhan doa yang hanya diucapkan tanpa hati.


Jadilah yang pertama memberikan komentar pada tulisan ini.